#01 Utama / Gerbang Utama

Angkul-angkul

Gerbang utama tradisional dengan batas selebar depa pemilik rumah.

Orientasi & Letak

Akses Masuk Depan

Fungsi Utama

Akses sirkulasi utama keluar-masuk pekarangan sekaligus lambang keramahan dan penyambutan.

Material & Karakter

Bata merah gosok, batu paras kelating/tulikup, kayu jati/kamper, dan atap alang-alang.

#01 • Angkul-angkul Dokumentasi arsitektur Angkul-angkul di Omah Belumbungan

Dokumentasi fisik Angkul-angkul di kawasan cagar budaya Omah Belumbungan, Sibang Kaja.

NILAI SPIRITUAL & KOSMOLOGI

Makna Filosofis

Gerbang utama tradisional Bali beratap alang-alang atau genteng dengan ukiran batu padas dan bata merah. Memiliki batas lebar selebar depa (rentang tangan) pemilik rumah menurut ukuran asta kosala kosali.

TATA UKUR & PROPORSI RAGA

Hubungan dengan Asta Kosala Kosali

Berdasarkan pedoman Asta Kosala Kosali, bukaan pintu angkul-angkul diukur menggunakan satuan satu depa (rentangan kedua tangan) kepala keluarga ditambah satu rai atau akacing agar leluasa dilalui usungan upakara dan membawa kesejahteraan bagi keluarga.

KESEIMBANGAN RELASIONAL

Hubungan dengan Tri Hita Karana

Pawongan & Palemahan: Gerbang penyambutan yang menghargai sirkulasi sesama manusia (tetangga & tamu) serta menjadi batas fisik yang harmonis antara pekarangan hunian dengan alam lingkungan sekitar.

CATATAN KONSERVASI & UNDAGI

Konteks Arsitektural di Omah Belumbungan

Di Omah Belumbungan, angkul-angkul dibangun dengan material bata merah gosok bertekstur rapat tanpa spesi tebal, dipadukan batu paras padas berukir ragam hias khas Bali tengah. Di atas ambang pintu, atap alang-alang berlapis disusun rapi untuk menahan panas dan menciptakan nuansa tropis yang sejuk sejak langkah pertama memasuki kawasan.

Tanya via WhatsApp