#08 Nista Mandala

Jineng / Klumpu

Lumbung pangan sebagai simbol kemakmuran Bhatari Sri.

Orientasi & Letak

Dekat Pintu Masuk / Paon

Fungsi Utama

Penyimpanan cadangan gabah padi di bagian atas, dan bale rehat di bagian kolong bawah.

Material & Karakter

Bambu petung, kayu glugu/kelapa tua, dan atap ijuk tebal.

#08 • Jineng Dokumentasi arsitektur Jineng / Klumpu di Omah Belumbungan

Dokumentasi fisik Jineng / Klumpu di kawasan cagar budaya Omah Belumbungan, Sibang Kaja.

NILAI SPIRITUAL & KOSMOLOGI

Makna Filosofis

Lumbung padi tradisional berkaki empat yang menyerupai gubuk berpanggung tinggi. Lambang penghormatan mendalam kepada Bhatari Sri sebagai dewi kesuburan dan pangan.

TATA UKUR & PROPORSI RAGA

Hubungan dengan Asta Kosala Kosali

Dibangun di sisi dekat pintu masuk atau berdampingan dengan paon. Berstruktur empat tiang ramping berpanggung tinggi dengan atap melengkung khas lumbung padi. Ukuran kolong dirancang tepat setinggi dada manusia agar nyaman digunakan untuk beristirahat.

KESEIMBANGAN RELASIONAL

Hubungan dengan Tri Hita Karana

Palemahan & Parahyangan: Simbol penghormatan atas kesuburan tanah dan rasa syukur tak terhingga kepada Bhatari Sri sebagai dewi kemakmuran dan penjaga bulir padi.

CATATAN KONSERVASI & UNDAGI

Konteks Arsitektural di Omah Belumbungan

Konstruksi Jineng di Omah Belumbungan menggunakan tiang kayu kelapa tua pilihan dengan dinding anyaman bambu dan atap ijuk tebal. Bagian atas difungsikan untuk menyimpan cadangan gabah, sementara kolong bawah menjadi bale santai sejuk untuk bercengkerama di siang hari.

Tanya via WhatsApp