Halaman terbuka beralaskan tanah atau rumput alami di pusat hunian. Menjadi ruang kosong (akasa) yang mempertemukan arah Kaja-Kelod dan Kangin-Kauh sebagai simbol keseimbangan semesta.
Natah dihitung sebagai titik nol poros kosmis Sanga Mandala. Seluruh jarak bentang antar bale diukur bertolak dari titik tengah natah. Elevasi tanah natah dijaga sedikit lebih rendah dari bebataran bale agar air hujan meresap sempurna dan tidak menggenang.
Palemahan & Pawongan: Ruang terbuka beralas tanah alami yang menghubungkan manusia dengan bumi pertiwi, sekaligus menjadi wadah komunal tempat anak-anak bermain, keluarga berinteraksi, dan warga mempersiapkan sarana upakara adat.
Sebagai ruang akasa (kekosongan) di tengah pekarangan Omah Belumbungan, natah dibiarkan bernapas bebas dengan tata hijau tanaman upakara tradisional seperti puring, kamboja, dan bunga pucuk. Halaman ini berfungsi sebagai paru-paru iklim mikro yang menjamin sirkulasi silang antar bangunan tetap sejuk.