#03 Pusat Mandala (Madya Mandala)

Natah

Halaman terbuka sebagai pusat mandala (akasa) semesta.

Orientasi & Letak

Titik Tengah Kompleks

Fungsi Utama

Ruang komunal terbuka untuk sirkulasi udara, anak-anak bermain, serta tempat persiapan upacara adat.

Material & Karakter

Tanah alami berpasir lembut dengan tata hijau tanaman upakara (puring, kamboja, bunga pucuk).

#03 • Natah Dokumentasi arsitektur Natah di Omah Belumbungan

Dokumentasi fisik Natah di kawasan cagar budaya Omah Belumbungan, Sibang Kaja.

NILAI SPIRITUAL & KOSMOLOGI

Makna Filosofis

Halaman terbuka beralaskan tanah atau rumput alami di pusat hunian. Menjadi ruang kosong (akasa) yang mempertemukan arah Kaja-Kelod dan Kangin-Kauh sebagai simbol keseimbangan semesta.

TATA UKUR & PROPORSI RAGA

Hubungan dengan Asta Kosala Kosali

Natah dihitung sebagai titik nol poros kosmis Sanga Mandala. Seluruh jarak bentang antar bale diukur bertolak dari titik tengah natah. Elevasi tanah natah dijaga sedikit lebih rendah dari bebataran bale agar air hujan meresap sempurna dan tidak menggenang.

KESEIMBANGAN RELASIONAL

Hubungan dengan Tri Hita Karana

Palemahan & Pawongan: Ruang terbuka beralas tanah alami yang menghubungkan manusia dengan bumi pertiwi, sekaligus menjadi wadah komunal tempat anak-anak bermain, keluarga berinteraksi, dan warga mempersiapkan sarana upakara adat.

CATATAN KONSERVASI & UNDAGI

Konteks Arsitektural di Omah Belumbungan

Sebagai ruang akasa (kekosongan) di tengah pekarangan Omah Belumbungan, natah dibiarkan bernapas bebas dengan tata hijau tanaman upakara tradisional seperti puring, kamboja, dan bunga pucuk. Halaman ini berfungsi sebagai paru-paru iklim mikro yang menjamin sirkulasi silang antar bangunan tetap sejuk.

Tanya via WhatsApp